Showing posts with label Opini Broh. Show all posts
Showing posts with label Opini Broh. Show all posts

Thursday, November 29, 2018

5 Film yang Wajib Ditonton oleh Penggemar Film Horor

November 29, 2018
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh (˵ ͡⚆ ͜ʖ ͡⚆˵)

POSTINGAN SPESIAL EDISI MALAM JUMAT

Oiya mulai hari ini penulis mau pakai kata "saya" ketimbang "aku" biar lebih sopan aja.

Jadi seharusnya hari ini saya menulis tentang 5 blogger favorit. Tapi berhubung saya orangnya jarang blogwalking (blogwalking sih, tapi cuma ke blog-blog temen aja) saya jadi nggak tahu apa yang harus saya tulis. Jadilah tema itu saya lompati dulu dan menulis tema lainnya: 5 rekomendasi film/buku/musik.

Awalnya saya berniat merekomendasikan buku-buku kesukaan saya tapi setelah melihat opsi "film", saya jadi berubah pikiran haha. Dan berhubung saya adalah pecinta film horor, jadi saya memutuskan untuk memberikan 5 film horor favorit saya yang harus kalian tonton. Saya bisa jamin kalian tidak akan menyesal nonton film-film ini. Cekidot!

Gonjiam: Haunted Asylum


Awalnya, film paling horor yang pernah saya tonton adalah Oculus. Tapi beberapa minggu yang lalu saya menonton film ini karena penasaran, banyak yang bilang film ini juga horor banget. Dan percayalah, buat saya film ini horor BANGET NGET NGET NGET NGET. BENERAN.

Gonjiam: Haunted Asylum adalah film yang disetting seperti film dokumenter, seperti Paranormal Activity. Film ini bercerita tentang sekelompok remaja yang memiliki latar belakang yang berbeda, berkumpul untuk bersama mengumpulkan uang dengan cara merekam live streaming horror experience di rumah sakit Gonjiam yang terkenal angker. Kabarnya, setiap orang yang berkunjung ke sana akan berakhir gila dan bunuh diri. Mereka memutuskan nekat untuk pergi dan dipimpin seorang kapten.

Di sana mereka menyiapkan sebuah tenda dan memasang kamera di setiap lantai di rumah sakit termasuk di depan kamar yang tidak bisa dibuka: kamar 402. Kapten tetap tinggal di dalam tenda untuk memantau dan mengatur live streaming sedangkan anggota lainnya masuk ke rumah sakit untuk merekam kejadian. Mereka tidak tahu ada hal mengerikan yang menanti mereka.

Baca juga "5 Fakta Tentang Radita Peketo, Nomor 5 Bikin Galau Sejuta Umat!"

Tiap nonton film horor saya memang selalu teriak karena kaget dan takut, tapi tidak pernah saya merasakan ketakutan yang sama ketika menonton film ini. Saya akan selalu duduk tegak, tanpa menutup mata atau menggunakan tangan untuk menutup muka, melihat semuanya dengan jelas, dan berteriak spontan. Bahkan jantung saya berdetak normal-normal saja. Namun semua kebiasaan saya itu seolah terbantahkan saat menonton film ini. Di awal film saya biasa saja, namun saat mulai muncul kejadian aneh, saya mulai deg-degan, takut, menjauhkan laptop (iya saya nonton dari Ind*xxi), mengecilkan volume, bahkan menghalangi pandangan dengan tangan saya. SEGITU HORORNYA. Saya juga tidak sanggup meneruskan di 20 menit terakhir, jadi saya beralih ke luar kamar, menghidup udara segar, setelah agak tenang saya lanjut nonton lagi.

Ada satu penampakan horor yang paling tidak saya suka adalah mata besar yang hitam sepenuhnya, Untuk saya itu pemandangan paling menakutkan. Apalagi saya menonton ini di tengah hujan badai yang membuat suasana makin mencekam. Karena konsepnya film dokumenter, saya jadi seperti melihat sendiri apa yang terjadi. Ini adalah film paling horor yang pernah saya tonton.

Saran saya kalau kamu tidak cukup pemberani, JANGAN COBA-COBA MENONTON FILM INI SENDIRI. Saya kapok nonton film ini sendirian dengan kamar ditutup di tengah hujan. Film ini menjadi film yang tidak akan saya rewatch karena saya nggak berani.

Oculus


Oculus adalah film paling horor menurut saya sebelum menonton Gonjiam. Film ini bercerita tentang kakak beradik yang berniat menghancurkan cermin yang berhantu, di mana tak pernah ada orang yang berhasil menghancurkan cermin itu. Sang kakak dendam karena dulu cermin tersebut telah merusak keluarganya dan merenggut nyawa kedua orang tuanya serta membuat adiknya harus masuk rumah sakit jiwa.

Mereka membawa cermin tersebut ke rumah lamanya. Sang kakak telah mempersiapkan segalanya, kamera dan alat penghancur untuk mengawasi cermin tersebut jika mulai 'berulah'. Selama itu pula mereka terus flashback masa lalu mereka saat masih anak-anak, saat kedua orang tuanya masih hidup, saat pertama kali mereka pindah ke rumah tersebut.

Tidak ada yang lebih seram dari hantu cermin. Cermin adalah ilusi, membuat kita tak bisa membedakan mana yang kenyataan dan mana yang bukan.

Tidak ada yang lebih seram dari hantu cermin. Cermin adalah ilusi, membuat kita tak bisa membedakan mana yang kenyataan dan mana yang bukan. Itulah yang saya rasakan selama menonton film ini. Apalagi Oculus alurnya maju mundur, dari masa sekarang ke masa lalu bercampur aduk, membuat ilusinya semakin tidak kentara. Saya frustasi dan takut di saat yang bersamaan, karena tidak bisa memprediksi apa yang terjadi selanjutnya. Bagi saya itu hal yang paling menakutkan dari film ini.

Oculus adalah film horor/thriller jadi bersiaplah dengan adegan berdarah-darah. Film ini tidak menunjukkan siapa hantunya, dan bagi saya itu salah satu poin plusnya. Still terrified even when don't saw the ghost face.
 

Sebelum Iblis Menjemput


Orang-orang selalu mengklaim bahwa Pengabdi Setan atau Danur adalah film horor terbaik Indonesia hanya karena dua film tersebut laris manis. Saya percaya mereka yang mengatakan hal tersebut belum nonton film ini, karena bagi saya, film ini adalah film Indonesia yang paling horor. Terhoror diantara yang terhoror.

Orang-orang selalu mengklaim bahwa Pengabdi Setan atau Danur adalah film horor terbaik Indonesia hanya karena dua film tersebut laris manis.

Sebelum Iblis Menjemput bercerita tentang keluarga yang mengunjungi villa milik sang ayah yang meninggal secara tidak wajar. Ibu berniat menjual villa tersebut karena sang ayah tidak meninggalkan harta warisan. Namun mereka tidak mengetahui bahwa penyebab kematian sang ayah yang tidak wajar itu ada di rumah tersebut.

Keluarga ini tidak akur, karena sang ibu adalah ibu tiri Chelsea Islan, sehingga mereka tidak berhubungan dengan baik. Saat berada di sana, sang ibu memerintahkan anak laki-lakinya untuk membuka pintu menuju gudang yang terkunci rapat. Terbukanya pintu tersebut adalah awal petaka bagi mereka semua.

Konsepnya memang seperti film horor kebanyakan. Rumah tua yang lama tak dihuni, pesugihan, latar tempat di hutan, hujan badai di malam hari, dan sebagainya. Namun film ini mampu membuat suasana mencekam dari awal hingga akhir. Biasanya di film horor kita masih bisa menikmati selingan jika ada tokoh yang konyol, atau kisah cinta yang terjalin, Sebelum Iblis Menjemput tidak menyuguhkan hal-hal seperti itu. Film ini benar-benar berfokus bagaimana caranya mereka bisa keluar dari rumah itu dengan selamat. Tidak ada basa-basinya sama sekali. Penonton akan tegang dari awal sampai akhir.

Saya menonton film ini dengan partner-in-crime saya di bioskop, dan itu membuat film ini terasa ratusan kali lebih horor. Karena di dalam studio yang menampung 300 penonton, penonton film ini hanya 5 ORANG. Benar-benar kosong melompong hanya ada kami bertiga dan sepasang kekasih. Sound-nya kencang sekali karena tak ada suara lain yang mampu 'meredam' suara itu, setidaknya jika bioskop itu lebih ramai. Teman saya bahkan memutar lagu di handphone-nya dan menggunakan headset untuk mengurangi rasa takutnya. Kami bertiga duduk merapat karena tidak terlihat apa yang ada di sekeliling kami.

Kamu mau senam jantung tanpa harus bergerak? Tonton film ini.

Get Out


Sebenarnya film ini lebih ke genre misteri/thriller dibanding horor. Namun, bagi saya, horor tidak melulu rasa takut pada hantu. Horor adalah sesuatu yang dapat menimbulkan rasa takut bagi diri kita. Dan saya harus memasukkan film ini dalam daftar.

Get Out bercerita tentang seorang pria kulit hitam yang memiliki pacar gadis kulit putih. Sahabatnya yang sama-sama berkulit hitam tak percaya jika gadis itu tulus padanya, masih ada garus nyata antara golongan kulit putih dan golongan kulit hitam. Namun si hitam ini membantahnya dan mengatakan bahwa rasisme itu sudah berkurang, mereka tulus mencintai satu sama lain.

Tiba harinya si hitam pergi ke rumah pacarnya dan bertemu keluarganya. Bahkan mereka mengundangnya untuk ikut dalam acara keluarga mereka, yang banyak mengundang orang kulit putih. Ia ragu namun akhirnya bersedia. Di rumah pacarnya itu terdapat dua orang pembantu kulit hitam. Ia berniat mengakrabkan diri dengan mereka namun mereka selalu menghindar. Dan saat acara keluarga, ia bertemu dengan seorang kulit hitam lagi, namun sikapnya terlihat tidak wajar.

Awalnya saya menonton film ini hanya karena membutuhkan referensi film untuk dimasukkan dalam majalah kampus. Saya mencari dan menemukan film ini memiliki rating yang cukup tinggi. Saya pun menontonnya di kamar, sendirian (seperti biasa), dengan lampu dimatikan. Film ini memang tidak ada hantunya, tapi ketegangan yang dirasakan si tokoh utama seperti merasuk dalam diri saya, membuat saya tegang dan gregetan. Sebagai aktor rookie, akting Daniel Kaluuya benar-benar luar biasa.


Yang menarik dari film ini tidak hanya misteri dan horornya saja, namun masalah sosial yang diangkat, yakni diskriminasi warna kulit yang mungkin masih terjadi di Amerika.

Yang menarik dari film ini tidak hanya misteri dan horornya saja, namun masalah sosial yang diangkat, yakni diskriminasi warna kulit yang mungkin masih terjadi di Amerika. Bagaimana berbedanya sikap mereka hanya karena memiliki warna kulit yang berbeda, bahkan pada tahap yang lebih ekstrim. Selain memberi pengalaman horor, film ini juga memuat banyak pesan penting.

The Conjuring 


Saya mengikuti seluruh serial The Conjuring Universe termasuk Annabelle dan kroco-kroconya. Namun bagi saya yang paling bagus tetap film yang pertama. Saya sering seperti itu. Kalau ditanya dari seluruh serial Final Destination atau Paranormal Activity mana yang paling bagus, saya akan jawab yang pertama.

Karena saya nonton film ini udah lama banget waktu masih di MAN dulu, saya sudah lupa bagaimana ceritanya. Tapi adegan yang paling saya ingat adalah saat possession. Asli itu yang kesurupan make up-nya keren, serem banget! Nggak bisa lupa sampai sekarang. Pada masa itu saya benar-benar serem lihat yang kesurupan itu. Ngeri.

Sebagai penggemar film Conjuring, yang paling akan saya rekomendasikan untuk ditonton tentu saja film ini. Bukannya kalau menonton film sekuelnya hasilnya tidak bagus, tapi tetap, buat saya ini adalah first impression yang bagus yang membuat saya menjadikan nonton film Conjuring di bioskop adalah suatu kewajiban. Nggak pernah absen dan nonton di laptop.

Oke sekian film horor rekomendasi dari saya. Kalau kalian punya referensi film horor yang bagus, boleh komen di bawah, barangkali list ini akan berubah. Saya berusaha memilih poster yang tidak ada hantunya karena saya juga ngeri hahahahaha. Saya nulis ini bahkan ditemani dengan mendengarkan lagu kpop yang cheerful biar nggak serem, karena biasanya saya nulis dalam keheningan. Terima kasih sudah membaca!

Tuesday, November 27, 2018

5 Warung Makan Favorit di Malang dan Bintaro (Kebanyakan Bakso)

November 27, 2018
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

Bagaimana postingan kemarin apakah membuat kalian mengenalku lebih jauh? Atau justru membuat kalian terhibur? XD Tema yang dibahas hari ini adalah tentang 5 restoran favoritku, tapi berhubung aku ini anaknya sederhana dan tidak suka foya-foya (hahahaha dusta sekali) aku lebih banyak nongkrong di warung ketimbang di restoran. Jadilah ini list ini namanya warung makan bukan restoran.

Oiya karena aku asalnya dari Malang tapi domisili Bintaro, jadi rekomendasi dariku ini ada di sekitaran situ, ya. Terus beberapa fotonya ini ngambil di Google karena aku kalo lagi makan maunya langsung disikat aja nggak pake foto-foto hehe. Cekidot!

Bakso Sumsum Cak Hadi Singosari

THE HOLY GRAIL OF MEATBALL. Best of the best. 10 out of 10.

Kalo kalian ada kesempatan main ke Malang, wajib banget makan bakso ini. Bakso ini emang nggak seterkenal Bakso Cak Man, Bakso Cak Kar, dan Bakso Boedjangan tapi ini adalah bakso paling legendaris. Bukanya jam 5 sore tapi maghrib udah sold out. Iya bener. Jadi kalau mau dateng sekitar jam setengah 5an gitu buat booking tempat duduk, terus pas Cak Hadi-nya udah siap melayani, langsung deh ngantri di depan gerobak beliau.

Yang paling enak itu bakso sumsumnya, tapi bakso yang lain pun nggak kalah sedapnya. We call it as the power of Cak Hadi. Kalau beli semangkok, dapet satu bakso sumsum. Cuma satu, nggak lebih. Jadi kalau kalian mau dapet dua bakso sumsum, kalian harus beli dua mangkok. Dan nggak sedikit yang melakukan hal itu wkwkwk. Terus bakso sumsum ini enaknya dimakan terakhir karena rasanya meledak habis itu langsung meleleh di mulut. Sumsumnya erupsi di mulut. Makannya harus langsung satu bakso, ya, jangan digigit-gigit, nanti nggak kerasa sensasinya.

Bakso sumsum ini enaknya dimakan terakhir karena rasanya meledak habis itu langsung meleleh di mulut.

Oiya buat yang suka makan bakso pake sayur (kayak aku), sayur di sini gratis jadi bisa ambil sepuasnya. Dan harga bakso di sini murah semangkok nggak sampe Rp20.000,00. Letaknya di dekat Candi Singosari.

Martabak Cak Ri

Belum ada yang mengalahkan gurih dan lezatnya martabak yang satu ini. Ini bukan warung makan, sih. Cuma tukang martabak yang jualan di gerobak. Tapi tempatnya tetap di Jalan Raya Karanglo, Malang. Temen-temenku yang main ke rumahku, pasti kuusahakan banget mereka buat mencicipi martabak ini. Karena emang buatku numero uno.

Yang jualan ini temennya ayahku hehehe tapi fun fact: beliau hafal Al-Qur'an 30 Juz! Ya siapa tau gitu kan kecipratan barokahnya. Martabaknya itu berkali-kali lebih berharga kalau dibuat langsung oleh Cak Ri-nya sendiri. Ini menu andalan keluarga kami kalau ada tamu yang mampir ke rumah. Dan meskipun aku sudah coba banyak martabak, tetep buatku yang ini paling enak. Berkat Cak Ri juga aku menjadi pecinta martabak.

Tiap liburan pasti menyempatkan diri untuk makan martabak ini setidaknya sekali. Martabaknya lebih nendang daripada terang bulannya. Tapi terang bulannya juga enak. Aku kalau dikasih seporsi martabak dipotong 12 sangguplah ngabisin sendiri wkwkwkw. Kalau di rumah selalu jadi rebutan, apalagi yang bagian tengah karena isinya paling banyak. Terus meskipun tiap orang dijatah ngambil 3 potong, aku selalu nawar, "boleh satu lagi nggak?" WKWKWK.

Bakso Bakar Banjararum

Bakso lagi hehehe maklumin aja penulis emang kalo ditanyain mafa (makanan favorit) jawaban pertamanya itu pasti martabak, kedua bakso. Sejak lahir jiwaku mungkin sudah terkoneksi dengan bakso. Selain itu aku suka makanan yang pedas atau makanan yang mengandung keju. Gampanglah kalo nyari makanan kesukaanku, kalau nggak martabak, bakso, yang pedes, atau yang rasa keju.

Aku makan bakso legendaris ini baru sekali, karena tempatnya agak pelosok. Dan setiap ada kesempatan lewat sana, pasti baksonya udah habis :"). Bakso ini buka jam 3 sore dan sold out sekitar jam 5 sore. Beda sama bakso lainnya, bakso ini lebih banyak daging ayamnya. Tapi penjualnya emang jujur, ngakuin kalau baksonya itu dominan daging ayam, nggak kayak penjual bakso lain yang ngaku-ngaku banyak daging sapinya.

Nggak tau kapan ya bisa makan bakso ini lagi huhu karena emang enak, bumbunya itu nggak nendang banget jadi pas.


Bakso Solo Kidul Pasar


Bakso legendaris sejak 1965. Kalau orang Malang pasti kenal bangetlah sama bakso yang satu ini. Tiap dari kota Malang terus balik ke arah Singosari atau Lawang, tempat ini kelihatan banget karena warnanya oranye ngejreng dan balihonya tegas: BAKSO SOLO.

Jauh-jauh ke Malang, kok makannya bakso Solo?

Pernah temen penulis nyeletuk gitu, dan kebetulan dia orang Solo. Jadi kalau di Malang itu bakso Solo identik dengan bakso-bakso berukuran jumbo. Jauh sebelum ada bakso Astaghfirullah dan bakso-bakso gede lainnya, kami sudah mengenal bakso Solo. Kalau liat ada "bakso Solo" auto mikir, "ohh yang dijual baksonya gede-gede." Sebagai perantau, penulis juga baru tau bedanya bakso Malang dengan bakso lain setelah keluar Malang. Bakso Malang itu istilah yang digunakan untuk bakso yang banyak makanan pendampingnya, sebut saja tahu putih, tahu goreng, goreng, soimay, mie, bihun, dan lontong.

Baksonya tuh penuh nggak kebanyakan kanji dan rasanya maknyus. Tapi penulis udah lama nggak ke sini juga karena lebih deket ke Cak Hadi sama Cak Kar hehehe.

Burger Blenger


Nah kalo makanan satu ini bisa dinikmati di banyak tempat di sekitar Jabodetabek. Penulis sih jarang nongkrong di warungnya langsung, karena kalo makan ini pasti belepotan. Mending makan di kos jadi belepotan sana sini pun nggak malu-maluin. Kenapa gitu?

Sesuai namanya, burger ini emang beneran bikin blenger. Tapi enak, tapi lama-lama kekenyangan sampai akhirnya blenger. Dagingnya tuh lebar, lebih lebar dari burgernya. Rasa dagingnya kayak bakso bakar(?). Dan mayonaisenya tumpeh-tumpeh sampe ke samping burgernya. Ini satu-satunya burger yang bikin penulis kenyang dan nggak harus makan nasi. Udah ngenyangin, murah meriah pula. Yang cheese burger itu kalau di Gojek harganya Rp23.000,00. Dulu masih sempet ngerasain harganya Rp18.000,00. Tapi tetep worth-lah buat harga segitu karena emang bikin kenyang.

Penulis beli burger ini tiap males masak dan nggak punya nasi, apalagi kalau lagi datang bulan. Datang bulan perutnya sakit terus, yang maaglah, yang nyeri haidlah. Jadi burger ini adalah penyelamatku :"). Oiya penulis udah memfavoritkan burger ini udah sejak zaman MAN sampe sekarang nggak bisa move on.

Bakso Pak Jenggot Rogonoto

Bakso lagi dan di Malang lagi hahaha :"D emang nggak ada yang nyaingin enaknya bakso-bakso di Malang. Dan rata-rata bakso di Malang yang hits itu justru yang rupanya warung-warung dan pelosok gitu (bakso Boedjangan can't relate). Penulis mampir ke sini setiap hari raya karena ditraktir sama Pakde penulis hehe. Udah baksonya enak, ditraktir pula. Nikmat manakah yang kau dustakan?

Baksonya mirip-mirip kayak bakso biasa, tapi yang paling penulis sukai itu pentol kasarnya. Oiya bedain antara bakso sama pentol, ya. Kalau bakso itu keseluruhan menu termasuk tahu, somay, mie, goreng. Kalau pentol lebih merujuk ke bola-bola daging. Pentol kasarnya tuh ...... ah nggak bisa dijelasin. Pokoknya enak. Di sini kita langsung ngambil mangkok sama isinya sendiri, baru nanti ditotal di kasir. Sama sih kayak bakso Cak Kar cuma ini lebih sederhana aja.

Nah kalau 5 ya itu sih. Sebenernya masih banyak lagi. Bakso Cak Kar juga enak dan pentolnya beragam, ada yang isi mercon eh cabe campur daging, bakso granat (isi cabe ijo literally cabe ijo nggak digerus), isi keju, isi jamur, dan masih banyak lagi. Penulis juga suka makan di Gokana Ramen & Teppan kalau lagi kaya dan lagi kepingin mie tapi nggak mau makan mie. Penulis juga suka geprek Widara Kandang (anak kampus penulis pasti tahulah). Ah udahlah kalau diterusin nanti postingan ini nggak selesai-selesai.

Boleh banget share bakso yang enak juga di komentar ehehehehe.

Wednesday, November 21, 2018

Tulisan-tulisan di Blog Radita Peketo

November 21, 2018
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :D

Sungguh aku tidak menyangka bahwa aku akan update blog ini sehari sekali. Karena kadang aku lama banget update-nya. Tapi demi #BPN30dayChallenge aku akan berusaha update rutin. Kali ini aku akan membahas tema kedua yaitu tema-tema tulisan yang suka ditulis.

Biar nggak salah paham tentang arti tema, mungkin ada yang bingung tema itu bukannya tema tampilan, kayak di handphone atau LINE itu kan namanya tema? Nah, kalau di blog sendiri, model tampilan blog itu namanya bukan tema, tapi template. Tema dan template adalah dua hal yang berbeda. Kalau template yang aku suka sih sudah jelas, yang warnanya kuning. Hehehehehe.

Apa sih yang sering ditulis di blog? Kalau ditanya gitu, jawabannya bisa dilihat pada kolom label. Ada CHSR yang menempati posisi pertama dengan 40 tag, lalu Opini Broh dengan 21 tag, dan Indonesiaku dengan 18 tag. Tapi itu belum merepresentasikan dengan tepat apa yang suka kutulis.

Aku paling suka menulis cerita. Tapi cerita-ceritaku nggak ku-post di blog, karena sekarang ada platform sendiri yang dikhususkan untuk mereka yang suka menulis cerita (Wattpad). Boleh mampirlah kalau lagi senggang. Bisa dicek di tab paling atas ada kolom Wattpad. Segala cerita fiksi dan cerpen kutulis semua di sana. Yang ada di sini hanya puisi dan aku pun jarang nulis puisi juga karena susah. Kalau nggak ada feel ya apa yang mau ditulis?

Enaknya nulis di Wattpad itu tulisannya nggak bisa di-copy paste. Tapi itu belum sepenuhnya menjamin tulisan nggak akan diplagiat. Pernah denger pengalaman adik tingkat yang nulis di Wattpad dan tulisannya ditulis ulang oleh orang lain, padahal tulisan adik tingkat saya ini juga belum setenar Erisca Febriani. Ada-ada aja, yah namanya juga manusia.

Terus aslinya aku ini suka curhat nggak sih? Sukalah hahaha tapi curhat juga bukan sembarang curhat. Kalau yang dicurhatin di blog itu kejadian-kejadian yang 'istimewa' atau kejadian yang mungkin banyak orang yang ngalamin juga. Kalau yang kualami juga dialami oleh kebanyakan orang ini biasanya sambil ngasih solusi dikit-dikit. Tapi pada dasarnya aku emang suka curhat. Tagnya aja sampe 40 hehehe.

Baca juga "Sinetron Mudik 2018: Menggelandang di Solo"

Dan aku juga suka beropini. Kita sebagai warga negara Indonesia diberi hak asasi manusia, salah satunya kebebasan berpendapat yang dilindungi undang-undang (Pasal 28E ayat 3 UUD 1945). Marilah kita memanfaatkan hak itu dengan sebaik-baiknya. Buat opini itu boleh, ya walaupun kadang agak ngawur, tapi harus tetap punya dasar yang bisa dipertanggungjawabkan.

Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

Mengutip perkataan dosenku, dulu saat Marshall McLuhan memperkenalkan konsep The Global Village pada awal tahun 60-an, beliau dianggap sinting karena mengatakan manusia di masa depan akan sangat bergantung pada teknologi. Namun setelah sekian tahun berjalan hingga sekarang tahun 2018, hidup apa-apa serba teknologi. Mau menanak nasi, harus pake magic jar. Kulkas mati makanan basi. Mau ngerjain tugas harus ada laptop dan internet. Bahkan mau naik ojek saja butuh koneksi internet dan handphone. Teori tersebut telah terbukti kebenarannya setelah beliau tiada.

Mengutip perkataan dosen yang lain lagi, Isaac Newton, pencetus teori gravitasi, awalnya bukan seorang ahli fisika atau yang telah bergelut di bidang sains. Dia adalah seorang filsuf, pemikir. Ia mengeluarkan "pendapat" yang sekarang dikenal dengan teori gravitasi setelah duduk di pohon dan kejatuhan apel. Kemudian beliau melakukan riset lebih mendalam dan lahirlah teori gravitasi. Siapa yang tau opini yang kita keluarkan ternyata adalah sebuah pengetahuan yang belum banyak orang tau.

Lalu, kalau tentang Indonesia, selalu ada yang menarik untuk dibahas. Rasanya seperti nggak akan kehabisan topik membicarakan tentang negeri ini. Karena Indonesia negeriku, orangnya lucu-lucu. Makin ke sini makin lucu.

Karena Indonesia negeriku, orangnya lucu-lucu. 

Tapi kalau sekarang aku juga berusaha untuk menulis banyak tentang buku. Membahas buku apa saja yang kubaca, menceritakan di mana sisi menarik dan kekurangannya. Karena daripada hanya membaca saja, aku juga ingin berbagi. Sesuai dengan tujuan awalku membuat blog ini. Menurutku, saat kita membagikan tulisannya, hal ini akan bermanfaat untuk banyak orang. Bagi pembaca buku, dia jadi bisa menimbang akan membeli buku tersebut atau tidak. Bagi penulisnya, mungkin kritik dan saran dariku bisa dijadikan evaluasi untuk membuat karya yang lebih baik ke depannya. Win win solution :D

Baca juga "Resensi Buku: BH"

Sekian dulu untuk tulisan hari ini. Sampai ketemu besok!

Monday, November 19, 2018

Alasan Menulis Blog

November 19, 2018
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

Apa kabar semuanya? Penulis kembali lagi setelah sekian lamanya. Beberapa waktu lalu buntu karena nggak tau mau nulis apa, lagi jarang baca buku juga jadi nggak bisa nulis review. Kemudian penulis menemukan motivasi kembali untuk menulis di blog lagi. Yup, #BPN30DayChallenge yang diadakan oleh Komunitas Blogger Perempuan. Langsung saja kita kupas tuntas tema pertama hari ini: kenapa menulis blog?

Pertama, karena aku suka menulis! Dulu pas masih kecil, kita punya cita-cita, yang mungkin seiring berjalannya waktu cita-cita bisa berubah. Dari yang dulu pengen jadi polisi tapi kuliahnya jurusan pendidikan, atau dari yang dulu pengen jadi dokter, kuliahnya malah jadi biologi. Aku juga gitu, cita-cita apa, kuliahnya jurusan apa. Tapi menjadi penulis adalah cita-cita yang nggak pernah berubah sejak kecil. Dan blog adalah wadah yang tepat buat menampung tulisan-tulisanku walaupun masih acakadut. Namanya juga amatir hehehe. Daripada tulisannya nangkring terus di folder dan membusuk, mending diunggah di blog. Siapa tau ada yang tertarik baca :)

Kedua, blog itu wadah untuk menyimpan kenangan (hiya hiya hiya). Eh iya tapi serius. Jadi setiap penulis punya kisah-kisah yang menurut penulis menarik, unik, nyeleneh, dan mungkin bakal terjadi cuma sekali seumur hidup, penulis tulis di blog. Kapan hari pas baca tulisan-tulisan lama di blog ini misalnya, aku mikir, "ah... dulu pernah ada kejadian kayak gini, ya...". Kejadian masa lalu itu bukan untuk dilupakan, kan? Tapi manusia kadang suka lupa. Padahal kita bisa mengambil pelajaran dari masa lalu. Itulah kenapa ada pelajaran sejarah. Blog udah kayak buku sejarah pribadi penulis. Yang mau baca-baca, bisa cek label CHSR (Curhatan Hati Seorang Radit).

Kejadian masa lalu itu bukan untuk dilupakan, kan? Tapi manusia kadang suka lupa. Padahal kita bisa mengambil pelajaran dari masa lalu.

Ketiga, blog itu sarana paling oke buat berbagi. Sebenarnya banyak juga medsos lain yang bisa digunakan untuk berbagi kayak Twitter, Instagram, Facebook, LINE, Kaskus, dan lain-lain. Tapi menurut penulis, yang paling gampang diakses itu cuma dua: blog dan Kaskus.

Coba, kalau kita pengen nyari info tentang sesuatu, misalnya cara withdraw saldo gopay (promosi dikit bolehlah). Kita tinggal masukin kata kunci "withdraw saldo gopay" di Google dan akan banyak hasil pencarian. Yang teratas pasti dari situs resmi, kemudian, blog, Twitter, baru Instagram. Cari lewat Twitter dan Facebook juga bisa menggunakan kata kunci, tapi seperti yang kita ketahui saat netizen mencari informasi yang terlintas di benak adalah, "Google aja dulu." bukan "Twitter/Facebook aja dulu.". Kalau cari di Instagram harus pakai hashtag, sedangkan di LINE nggak ada tombol pencarian di timeline-nya.

Penampakan nyari kata kunci di Google

Selain itu, blog mampu menampung lebih banyak informasi daripada platform-platform lain. Di blog kita bisa menulis sepuasnya, selega-leganya, sebanyak-banyaknya hal-hal yang ingin kita bagikan. Di Twitter terbatas 280 karakter dan Instagram membatasi sebanyak 2200 karakter. Blog bisa diakses oleh siapa saja asal punya email. Hari gini siapa sih yang nggak punya email? Satu orang bahkan bisa punya lima email (ini bukan lagi nyebut diri sendiri kok hehe). Sedangkan platform lain tidak, harus daftar dan punya akun dulu.

Kebutuhan informasi di zaman yang semakin maju ini tentunya jadi hal yang sangat penting. Kemudahan akses data juga termasuk hal yang diperhitungkan. Datanya banyak, berceceran di mana-mana, tapi jika memperolehnya sulit, data tersebut tidak bisa sampai pada penggunanya. Karena itu menurut penulis blog juga termasuk platform yang mudah diakses.

Yah kira-kira itulah alasan-alasan kenapa penulis ngeblog. Sekian untuk postingan kali ini. Sampai jumpa besok!

Friday, May 18, 2018

Me Over The KPOP Virus

May 18, 2018
Assalamualaikum waramatullahi wabarakatuh.

Annyeonghaseyo!

Sudah sepatutnya penulis mengawali tulisan tentang KPOP kali ini dengan salam pembuka khas Korea. Penulis tertarik untuk membahas KPOP melihat postingan yang viral di LINE. Yup, cerita tentang jin yang hinggap di poster-poster KPOP. Kebetulan penulis juga KPOPers (penulis akui sajalah). Sebelumnya penulis peringatkan bahwa postingan kali ini akan banyak menggunakan istilah-istilah yang umum dalam dunia fangirl. Jadi kalau nggak tau, silakan browsing, yaw.

How I get into KPOP


Udah berapa lama penulis jadi KPOPers?

Kira-kira sudah sekitar enam tahun. MV KPOP pertama yang penulis tonton adalah Super Junior - 'A-CHA' dan gara-gara liat MV itu penulis menobatkan Kyuhyun si evil maknae sebagai bias pertama penulis. Waktu itu kira-kira penulis kelas VIII MTs. Lanjut setelah itu Super Junior terkenal dengan salah satu single hitsnya yaitu Mr. Simple. Namanya virus cepat menular, rupanya teman-teman sekelas penulis jatuh dalam jurang KPOP juga. Ada yang suka SHINee, CNBLUE, dan lain-lain. Nggak hanya teman kelas, teman sekamar penulis di pondok kecanduan KPOP juga. Sampai salah seorang kakak kelas waktu itu membeli sebuah buku yang isinya profil idol-idol Korea lengkap. Walhasil setelah melihat buku itu, bias penulis di tiap grup jadi bertambah. Tak lama setelah itu EXO debut juga dengan single yang mengerikan yaitu MAMA.

My bias and my favorite group


Ini list bias dan grup favorit dari penulis mulai jadi KPOPers sampai sekarang.

- Kyuhyun "Super Junior
- Seunghyun "FT ISLAND"
- Key " SHINee"
- Jonghyun "CNBLUE"
- Thunder "MBLAQ"
- Dara "2NE1" (I can't get over this two brother and sister X) )
- Jessica ex-"Girls Generation" :"""""")))))))
- Krystal "f(x)" (yasss Jung sister is definitely my favorite siblings!!)
- Baekhyun "EXO"
- Luhan ex-"EXO" (yang dicantumin cuma dua padahal aslinya dusta banget nggak sih nggak ngebias hampir seluruh anggota EXO TT) (btw Park Jihoon mirip banget sama Luhan) (Ren juga) (Thomas Brodie Sangster juga) *sobbing*
- V "BTS" (anak gadis dan emaknya paket komplit murah meriah)
- G-Dragon "BIGBANG"
- Dongho ex-"UKISS" (yang sekarang sudah punya anak namanya Asher :") uri maknae)
- IU
- Irene "Red Velvet"
- Lisa "BLACKPINK"
- Eunha "GFRIEND"
- Wonwoo "Seventeen"
- Jinyoung "GOT7"
- Dahyun "TWICE" (walaupun diriq seorang thrice satu-satunya lagu twice yang kusuka adalah Signal)
- JR "NU'EST" (yha bukan NU'EST W karena NU'EST tak lengkap tanpa Hwang Gallyang)
- Lai Guanlin "Wanna One" (malu mengakui apalagi Linlin terpaut selisih 4 tahun :) )
Banyak banget ya ternyata. Maklum, 6 tahun jadi KPOPers :")

Dan grup-grup yang gue suka adalah:
- FT ISLAND
- EXO
- Super Junior
- GFRIEND
- Wanna One
- MBLAQ

Kenapa bilangnya suka? Bukannya harusnya nge-stan?

Fangirling mode ON


Kalau fangirlingan biasanya ngapain?

Nontonin MV, dengerin musiknya, dan nonton variety show. Ini salah satu yang bikin penulis betah dengan Super Junior karena mereka adalah King of Variety Show. Penulis rajin banget nonton variety show Super Junior dari MTs dulu sampai sekarang. Variety show juga yang bikin penulis suka sama Seunghyun "FT ISLAND", Dongho "UKISS" dan Key "SHINee" (waktu itu mereka ngisi "Idol Maknae Rebellion"). Selain Super Junior, penulis juga mengakui MBLAQ sebagai Variety King karena acara mereka seru banget, sebut saja MBLAQ Hello Baby dan MBLAQ Sesame Player. Kalau sekarang variety show yang penulis ikuti ada Busted (karena ada Sehun, Sejeong dan Yoo Jae Suk), It's Dangerous Outside The Blanket (tapi penulis cuma mau nonton kalau ada Daniel dan Xiumin), dan Wanna One Go. Harusnya Master Key juga tapi udah nggak ada :"). Sisanya paling penulis nonton variety show  kalau grup atau bias penulis jadi bintang tamu seperti Knowing Brothers, Weekly Idol (sejak ganti MC penulis nonton cuplikannya saja), Idol Room, I Can See Your Voice, Running Man, dll.

Kalau soal musik, biasanya penulis nggak dengerin full sealbum, cuma track yang penulis suka aja (dan cenderung ballad) (pengecualian FT ISLAND nggak tau kenapa semua lagunya pas sama selera penulis). Nggak saklek, sih. Penulis dengerin lagu dari artis lain juga yang menurut penulis bagus kayak BTOB atau lebih lengkapnya silakan cek di page Song. Tapi menurut penulis lagu yang bagus-bagus itu biasanya punya IU dan FT ISLAND apalagi yang single Jepang wuih mantep bener tuh.

Kok, suka musik Korea, padahal nggak ngerti bahasa Korea?


You can just enjoy music without understanding it, music is a universal language.
- CL
Penulis pun kalau suka sama lagu-lagu Barat, nggak langsung ngerti liriknya dalam sekali dengar. Berkali-kali. Dalam menikmati musik-musik luar negeri, penulis pasti butuh nyari liriknya. Tapi ada kondisi spesial di mana penulis bisa nangis (lebay iya deh tapi beneran nangis) saat penulis dengerin lagu tapi nggak ngerti artinya.

IU - Dear Name. IU nyanyiin lagu ini di acara Melon Music Awards dan gelaseh KEREN PARAH LITERALLY BEST STAGE OF THE NIGHT. Air mata tiba-tiba mengalir saat liat muncul paduan suara, dan harmonisasinya indah banget. Makin parah pas liat mata IU juga berkaca-kaca. Still my best stage performance.

IOI - Downpour. Penulis emang nggak ngikutin Produce 101 Season 1, nggak ngikutin IOI, jadi telat banget baru tau IOI pas udah dsband. Ini adalah last stage mereka sebelum disband dan hampir semua membernya nangis pas bawain lagu ini (bahkan Chaeyeon nggak keluar suaranya, cuma nafasnya aja). Dan penulis mewek juga huhuhu mana lagunya sedih banget lagi.

Produce 101 Season 2 - Downpour. Parah emang si Woozi. Bikin lagu yang udah bikin ribuan mungkin jutaan KPOPers menitikkan air mata. Liat ekspresi Hyunbin yang sedih banget, mata udah mulai berkaca-kaca. Liat Ha Seungwoon matanya berkaca-kaca, ambyar sudah.

Nggak MV aja, biasanya penulis juga nonton live stage-nya. Dan kalau penulis udah suka, bakalan penulis puter ulang, berhari-hari sampai bosen.

Ada satu lagi, deng kegiatan fangirling penulis yaitu menistakan bias dengan meme yang banyak bertebaran di instagram. Ini paling seru setelah variety show.

Penulis bilang suka suatu grup, tapi penulis nggak nge-stan dia. Kenapa? Karena ya emang penulis suka aja. Suka kalau mereka nyanyi, nge-dance,visualnya, atau ngisi variety show gitu. Penulis nggak yang suka sampai pengen beli posternya, aksesorisnya, dsb. Bukannya penulis nggak pernah. Penulis pernah beli majalah Gaul cuma buat dapet poster-poster KPOP yang jadi foto utama postingan ini. Tapi setelah itu sejak penjual majalahnya nggak ada, penulis nggak pernah beli lagi. Penulis nggak ikut dukung grup itu biar juara 1 dengan cara vote atau semacamnya. Penulis sekali ikut vote MAMA tapi penulis realistis dalam ngisi vote itu, nggak serta merta mengedepankan grup favorit penulis. Contoh waktu itu kategori "Best Music Video" ada BTS Spring Day sama EXO Power. Ya, penulis walaupun lebih suka EXO daripada BTS, penulis mengakui bahwa MV Spring Day lebih bagus dari Power jadi penulis vote BTS. Dan penulis cuma vote sekitar 5 hari setelah itu nggak lagi.

How I see KPOP after 6 years


Nah, dari sini kita akan memulai bahasan serius (tadi cuma prolognya aja). Awalnya penulis pikir dunia KPOP ya sebatas itu aja. Streaming, voting, beli merchandise, dll. Tapi ternyata banyak hal yang menurut penulis nggak bagus dan membuat penulis pelan-pelan mulai meninggalkan dunia per-KPOP-an.

LGBT

 LGBT di KPOP nggak melulu hal blak-blakan seperti MV Holland, lho. Justru biasanya terselubung. Sebenarnya daripada ditunjukkan blak-blakan oleh para artis, hal-hal kayak gini justru diciptain oleh para fans dengan imajinasinya yang sangat menggila. Penulis masih suka dengan hal-hal bromance, tapi penulis anggapnya ya itu hanya persahabatan antar lelaki, nggak lebih. Siapa yang nggak suka liat orang rukun? Tapi nggak semua fans berpikir kayak penulis. Mereka lebih sering menggunakan istilah-istilah hiperbolis seperti "JUST GET MARRIED ALREADY" "Nanti aja pas di dorm" dll.

Waktu itu penulis nemu akun (bukan fansite) di instagram yang nge-share meme EXO dan karena menurut penulis kocak, akhirnya penulis follow. Dan pas liat bionya ada tulisan "Yaoi" "BoyXBoy" "rate 18". Silakan cari artinya di gugel. Jadi diantara postingan-postingan yang lucu itu ada yang "lebih dianggap lucu" bagi mereka. Dan itu ... mengerikan. Serius. Follower akun itu nggak cuma perempuan tapi laki-laki juga. Dan mereka senang kalau biasnya bisa menikah sama pasangan bromance-nya. Kan penulis jadi ngeri. Waktu ada berita Baekhyun dating sama Taeyeon, penulis nggak kesel malah justru seneng. Artinya Chanbaek itu bisa dipatahkan, dan Baekhyun masih seperti laki-laki pada umunya yang jatuh cinta pada Taeyeon.

Dan tentunya, akun shipper yang seperti ini nggak hanya satu. Banyak. Dan di postingannya diselipin juga rekomen komik-komik bergenre serupa. Seolah kampanye LGBT itu nggak ada habisnya.

Nggak hanya sampai situ. Salah satu temen penulis yang KPOPers juga bilang "Di Wattpad mah banyak. Dan biasanya nggak dikasih rate jadi siapapun bisa baca". Penulis langsung mundur teratur.

Make Up

Sudah bukan rahasia lagi kalau orang Korea yang pakai make up alias melakukan perawatan wajah itu nggak cuma perempuan, tapi juga laki-laki. Konon, laki-laki bahkan punya perawatan yang lebih ekstra dibanding perempuan, lebih jago juga dalam mengaplikasikan make up. Penulis masih menganggap wajar kalau mau ke panggung pake make up, tapi penulis geli kalau liat make up-nya berlebihan. Kayak misal Wanna One Go in Jeju. Itu satu-satunya series Wanna One Go yang nggak penulis tonton karena geli liat make up-nya. Bedaknya terlalu tebal, lipstiknya merah banget. Sebaliknya, penulis paling suka Wanna One Go Zero Base karena kebanyakan nampilin muka mereka yang bare face.

Penulis suka heran sih soalnya masalah make up apalagi buat laki-laki dulu nggak separah sekarang. Penulis masih suka make up Super Junior yang terbilang normal dibanding rookie-rookie sekarang yang bibirnya bisa merah banget. Eugh. Cobalah tengok MV Super Junior yang make up-nya lebih natural (banget). Tapi tetep paling mending FT ISLAND karena mereka band jadi penampilan bukan hal yang terlalu ditonjolkan, padahal visual mereka udah bagus banget walaupun tanpa make up.

Make up ini juga kadang bikin penulis minder. Penulis sering mikir, "wagelaseh, mukanya bersih banget, lebih bersih dibandingkan eug." Harga diri sebagai wanita perlahan-lahan turun. Maklum, namanya juga wanita.

Konser? Fanmeet? Album? Poster? Lightstick?

Atas hal-hal di atas, penulis sama sekali nggak tertarik. Dulu penulis sempat tertarik, pengen sekali-kali datang ke konser bias, tapi maunya duduk di VVIP supaya nggak kegencet-gencet meskipun jadinya nggak bisa deket-deket bias (satu-satunya konser artis Korea yang pernah penulis tonton adalah Sungha Jung dan penulis sudah cukup trauma). Artinya penulis harus merogoh kocek yang amat besar. Tapi dipikir-pikir rugi juga karena bias tetep kelihatan kerdil seperti kurcaci. Lalu penulis berpikir untuk ikut fanmeet saja. Lumayan kan bisa hadap-hadapan langsung sama bias. Tapi setelah liat fancam-fancam saat fanmeet, biasanya mereka ngobrol sambil pegangan tangan, atau tos, atau dielus kepalanya. Setidaknya ada kontak fisik antara si artis dengan fansnya. Berarti penulis nggak bisa, dong? Penulis jaga jarak sama laki-laki (teman penulis tiap ngajak tos pasti penulis kasih tos tipuan yang artinya nggak jadi tos) dan penulis sadar mereka bukan muhrim dan bukan muslim pula. Jadi kontak fisik nggak bisa. Terus penulis nggak bisa bahasa Korea jadi nggak bisa ngobrol. Terus yang paling rugi menurut penulis adalah: yaudah, kita ketemu dia pas fanmeet doang. Nggak merubah apapun. Nggak membuat lantas dia kenal kita atau kita jadi lebih dekat sama dia. Kita bakal tetep jauh. Kita bukan apa-apa buat dia kecuali fans yang dia sayang karena berkat kita dia jadi tenar. Nggak lebih dan jangan berharap lebih. Di webtoon, Nana bisa jadi jadian sama biasnya, Jun. Tapi itu fiksi. Dan kemungkinan terjadinya 1 dibanding jumlah fangirl di dunia ini belum termasuk yang nggak tergabung dalm fancafe.

 Bias
 - A person you love but will never be yours.

Poster. Seperti yang sudah penulis bilang, penulis ngumpulin poster saat SMP doang. Dan setelah dipakai foto itu, posternya disobek dan dibuang. Btw, foto di atas itu bukan foto di kamar, ya. Tapi foto di kelas buat album kelulusan. KPOPers biasanya bilang ingin ke Korsel biar bisa ketemu bias. Kalau penulis pingin keliling dunia, nggak cuma Korsel aja, dan tujuannya bukan buat ketemu bias karena ya itu: nggak bisa ngapa-ngapain juga kalau ketemu. Penulis nggak ada kepingin beli album. Selama bisa mendapatkan lagu mereka secara cuma-cuma, kenapa penulis harus beli album yang mahal itu? I'm not a fan, really. I'm just a KPOP trash.

Penulis setuju sama kejadian yang menimpa KPOPers yang ceritanya viral di LINE itu. Yang tentang poster. Kita bisa aja ditipu tampang bias, tapi malaikat enggak.

Wasting my precious time

Yup, yang ini udah jelas banget. Jadi awalnya penulis kecanduan IG, akhirnya penulis uninstall IG dan hiburan penulis beralih ke Youtube. Ndilalah, penulis malah jadi keranjingan Youtube. Liat aja akun Youtube penulis, hampir semua like video-nya isinya KPOP semua. Penulis jadi males makan, nggak gerak dari kasur, nggak baca buku, rencana yang dibuat hari itu jadi wacana semua. Salah penulis sih nggak bisa bagi waktu. Akhirnya demi masa depan yang lebih baik, demi mencapai cita-cita yang gemilang, dan demi khusyuknya ibadah di bulan Ramadhan, penulis uninstall Youtube. Alhamdulillah sekarang nggak banyak waktu dan kuota terbuang untuk Youtube-an. Kadang penulis buka Youtube, tapi nggak setiap hari, dan nggak lebih dari 20 menit.

Benefits?

Terhibur. Udah sesederhana itu manfaat KPOP untuk penulis. Penulis suka liat muka-muka ganteng dan cantik, mood penulis naik kalau ngedengerin lagu KPOP, tiba-tiba penulis jadi ceria setelah liat variety show, udah. Kadang ada beberapa konten dari variety show yang nyantol di kepala penulis dan jadi bermanfaat juga buat penulis. Misal, di It's Dangerous Outside The Blanket, penulis jadi tau Xiumin adalah seorang clean freak dan pasca nonton itu, penulis seolah nggak mau kalah dari Xiumin. Penulis jadi lebih sering ngerapihin kamar, dsb.

Bagi penulis, KPOP itu bukan sumber motivasi. Kalau di Korea, ada anak yang sebelumnya malas belajar jadi berubah 180 derajat setelah dapat tanda tangan Kang Daniel. Penulis nggak seperti itu. KPOP adalah sumber hiburan karena judulnya memang entertainment dan fungsinya untuk menghibur.

KPOP is my spirit animal. KPOP change my boring world.

Are you sure you can stop?

Why not? Penulis dulu adalah pecandu drama korea juga. Tapi udah nggak nonton lagi sejak Januari 2017 (drama terakhir penulis adalah Goblin). Karena waktu itu bagi penulis, drama korea punya alur dan tipe cerita yang hampir sama, selain itu masalah efisiensi waktu juga menjadi pertimbangan penulis. Jadi penulis hapus semua drama yang penulis punya, dan kalau kepo, penulis hanya nonton cuplikan di Youtube saja. Dari situ penulis sudah simpulkan jalan ceritanya. Karena penulis pengalaman bisa stop nonton drama, penulis juga cukup optimis buat berhenti fangiriling  lagi.

Daripada stop, mungkin penulis perlahan-lahan mengurangi, sih. Contohnya dengan uninstall Youtube, waktu penulis jadi nggak terbuang banyak buat nonton video KPOP. Penulis juga mulai membangkitkan hobi lama penulis yaitu baca buku. Jadi tiap penulis punya keinginan nyari-nyari informasi tentang KPOP, penulis akan ambil buku lalu membacanya. MV dan video variety show di laptop juga dihapus. Kalau ninggalin variety show masih sulit. Tapi penulis akan berusaha. Apalagi sekarang bulan Ramadhan, bulan yang paling tepat untuk berburu pahala sebanyak-banyaknya. Yang biasanya melakukan aktivitas diiringi lagu-lagu KPOP, coba diganti dengan dengerin murotal. Yang biasanya scroll hape nggak jelas, coba scroll Al-Qur'annya biar jelas.

Penulis lagi berusaha mengurangi nonton variety show dan dengerin lagu Korea kecuali emang lagi bener-bener senggang. Susah memang. Apakah ini akan bertahan di bulan Ramadhan saja atau tidak, hanya penulis yang bisa memutuskan. Yang jelas penulis usaha dulu, sambil terus berdoa semoga dikuatkan dan bisa istiqomah. Buat kamu yang merasa pengen berhenti atau mengurangi juga, dan kamu butuh dukungan, bilang aja. Yuk kita sama-sama berjuang bareng-bareng.

Penulis nggak mencap KPOP itu buruk, kok. Ada hal yang lebih bermanfaat bagi penulis dibanding fangirling. Kalau ternyata KPOP itu sumber motivasimu dan membawa manfaat banyak buatmu, berarti memang seperti itu buatmu. Everyone might have different thought. Jangan sampai gara-gara KPOP kalian jadi war, entah dengan orang tua atau dengan teman. Ambil manfaatnya saja. Karena ingat!

Sebaik-baiknya manusia adalah yang mampu memberi manfaat bagi orang lain.

Wednesday, April 11, 2018

Duhai Temanku yang Sibuk

April 11, 2018
Postingan kali ini penulis tujukan khusus untuk teman penulis yang sibuk, atau mungkin kamu yang sibuk juga. Sebenarnya tugas penulis minggu ini amat menumpuk (apalagi tgl 23 April sudah mulai UTS) tapi melihat teman-teman penulis yang sering hilang akhir-akhir ini, tangan penulis gatal sekali ingin menulis atau mungkin lebih tepatnya menganalisis soal ini.

Sibuk itu apa sih?

Menurut KBBI daring edisi V, sibuk artinya banyak yang dikerjakan, giat dan rajin (mengerjakan sesuatu), atau penuh dengan kegiatan. Orang yang sibuk artinya orang yang punya banyak kerjaan. Tak bisa dipungkiri toh, semakin dewasa atau semakin bertambahnya umur, kesibukan seseorang cenderung bertambah. Iya apa betul?

Saking banyaknya kerjaan, mau tidak mau orang sibuk ini akan menentukan prioritas. Mana yang harus dikerjakan duluan, mana yang bisa dikerjakan belakangan. Hal yang bisa dikerjakan belakangan ini sering kali terlupa sampai terabaikan hingga akhirnya benar-benar tak tersentuh. Saking nikmatnya mengerjakan yang paling prioritas.

Prioritas orang bagaimana? Ya beda-beda. Ada yang mendewakan organisasi lebih dari tugas-tugas kuliah. Ada yang berprinsip pokoknya tugas kelar dulu, baru ngurusin organisasi. Ada juga yang bilang ke pacarnya "You're my priority..." yang artinya bener-bener prioritas dibanding apapun di dunia ini (wagelaseh). Yang cinta keluarga ya menjadikan keluarganya sebagai hal yang utama. Ada yang hidup sebagai sosialita, yang penting viral dan panjat sosyel. Nurutin nafsu dulu baru tobat ehhh nggak boleh gitu ya yorobun!! >-@

Terus, kesibukan mahasiswa atau orang-orang seusia penulis kira-kira apa? Ada yang ambis kuliah, aktif organisasi, ngurusin kepanitiaan, ngelakoni bisnis sendiri, bikin proyek, rajin ikut lomba, demen nongkrong dan ngopi, memberi cinta pada yang terkasih (dikecualikan penulis bikos penulis gak punya yang terkasih iya penulis jomblo memang lukai saja). Beda-beda tiap orang.

Dan kadang penulis suka kepo. Temen-temen penulis tuh sebenernya sibuk apa sih sampai nggak sempet ngerjain tugas. Ngerjain mepet deadline atau bahkan nggak ngerjain sama sekali. Di LINE nggak bales--barang nge-read pun enggak. Tapi di IG muncul bikin story!! Nah yak. Peketo Effect kan jadinya. Latar story-nya warkop atau restoran gitu. Kan penulis jadi bertanya-tanya "nongkrong apa rapat yak?". Penulis ingat kata guru PKN dulu, "Carilah 1000 alasan untuk husnudzon" jadi penulis mengambil kesimpulan 'rapat kali ya'. Di DM, tugas jangan lupa. Nggak dibalas sampai akhirnya besok ketemu di kelas dan dia cengar-cengir, sibuk, dan sikapnya seperti "gue sibuk ya jangan salahin gue dong. Salahin kesibukan gue." Iya, emang nggak bilang langsung. Tapi sikapnya, lagaknya, gerak-geriknya menunjukkan demikian.

Baca juga: Peketo Effect

Yang kayak gini nggak berlangsung satu kali, di satu matkul di satu tugas. Hampir berkali-kali. Ngilang, nggak ngasih kabar, tugas jadi mepet banget sama deadline tanpa kita tahu emang lu abis ngapain sih.

Jadi penulis kalau punya temen seperti ini penulis emosi, ya. Jujur saja. Penulis yakin figur ABG seperti ini nggak cuma satu--banyak. Figur-figur Sangcheol di Cheese in The Trap yang ngeselinnya minta ditabokin pake teflon.

Duhai temanku yang sibuk.

Jika memang kamu tidak sempat mengerjakan tugas saking sibuknya, bilang, lapor. Apa susahnya sih mengabari? Cuma beri chat simpel aja.
"Sori gais. Boleh tolong gantiin gue nggak? Gue ada rapat dan belum selesai sampai sekarang. Maaf banget."
Emang, chat barusan nggak menyelesaikan masalah. Dirimu yang sibuk jadi terpaksa nggak bisa kontribusi dalam tugas alias jadi free rider. Tapi ketahuilah, itu 1000x jauh lebih baik daripada kamu ngilang tak tau rimbanya, dihubungi nggak bisa, chat LINE nggak diread--bahkan siapa tahu langsung dihapus, last seen sama read di Whatsapp dimatiin dan nggak mau buka grup, story IG di-hide. Ngapain sih kucing-kucingan? Ngapain?

Kalau kamu ngajak kucing-kucingan, kami yang mencarimu kalut. Kamu sibuk apa? Ada urusan apa? Akhirnya karena kamu nggak ngasih kabar, kami bikin asumsi sendiri apa yang kamu lakukan yang otomatis ujung-ujungnya jadi ghibahin kamu, dong. Ghibah, kalo bener jadi ghibah, kalo salah jadi fitnah. Apa bedanya? Sama-sama dosa. Kita dosa, kamu juga dosa. Eit maap penulis nggak seharusnya nge-judge soal dosa, ya. Itu kan hak dari Yang Maha Kuasa. Tapi tetep aja itu hal yang salah. Sesusah itukah minta tolong? Segengsi itukah meminta maaf?

Yang kaya gini, ujung-ujungnya bisa merusak tali pertemanan. Dan itu sama sekali nggak enak berhubung penulis pernah melakukannya. --terpaksa

Duhai temanku yang sibuk.

Sibuk itu salah siapa? Resiko siapa? Resiko bagi kamu yang sibuk. Kenapa menyeret mereka yang tidak sibuk jadi korban dari kesibukanmu? Seharusnya kamu bisa mempertanggungjawabkan kesibukanmu dengan baik. Kamu memilih sibuk, dan kamu harus siap dengan segala resikonya. Sibuk membuatmu bisa membagi waktu, tapi jika tidak, sia-sia saja. Tak ada keren-kerennya kamu sibuk. Tak ada.

Penulis hanya ingin berpesan untukmu--dan untuk penulis sendiri, barangkali nanti ada sibuk-sibuknya--jangan sampai keliru menetapkan prioritas. Organisasi penting, iya, tapi kuliah lebih penting. Orang tua menguliahkan anaknya dengan tujuan utama untuk belajar dengan baik dan lulus--bukan supaya anaknya sangat aktif di organisasi atau nongkrong setiap hari. Jangan sampai salah dalam menetapkan prioritas. Organisasi, pacarmu, temanmu, tidak akan menyelamatkan nilaimu. The only one who can save you, is you.

Sebagai penutup, penulis beri quote dari snapgram @adhipatriahutama
Jadi inget dulu pas kuliah, tiap malam minggu kencan mulu alias gobloklah bangsat mending saya belajar Tolitoli kan jadinya


Friday, December 15, 2017

Solusi Withdraw Saldo GO-PAY

December 15, 2017
Top-up-nya sih mudah, withdrawnya itu loh :") *plakk

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh.

Halo semua! Akhirnya penulis punya waktu buat ngepost lagi huhuhu T^T. Penulis nggak nyangka postingan sebelumnya ramai disambangi pengunjung karena mengalami hal yang kurang lebih sama. Padahal penulis ngepost tulisan itu bulan Mei 2017. Sekarang sudah bulan Desember dan masih ada yang mengalami kejadian yang sama yang menimpa penulis. Penulis sampai mikir, apa GO-JEK tidak menemukan tulisan ini, ya? Atau memang sistemnya meskipun sudah diperbarui tapi masih saja menyulitkan costumer-nya?

Tempo hari penulis menceritakan kisah (cielah) ini lagi di Instagram, termasuk mereka yang bernasib sama seperti penulis TT lalu ternyata ada salah satu kawan penulis yang BERHASIL MELAKUKAN VERIFIKASI AKUN JADI DIA BISA WITHDRAW SALDO. BAGAIMANA CARANYA?

Penulis melakukan wawancara kecil-kecilan. Dia bilang setelah upload foto KTP dan sebagainya, dia langsung nelfon call center GO-JEK. Penulis bingung, emang ada perintah suruh nelfon? Kata dia enggak. Ini inisiatif dari dia sendiri, langsung menelfon seandainya ada yang nggak bisa atau trouble (salah penulis emang waktu itu malah balas-balasan email panjang banget sama costumer service-nya GO-JEK sampai berasa chatting T__T). Seperti yang kita tahu di Indonesia ini yang paling banyak ngomel bakal didahulukan (penulis sedih tapi setuju :") ). Yang menghubungi langsung pasti akan di-notice duluan, jadi berasa kita neror pihak perusahaannya wkwk.

Jadi penulis akan merangkum solusi-solusi withdraw saldo GO-PAY:

1. Pertama, jangan terlalu banyak menyimpan saldo di rekening GO-PAY-mu. Simpan secukupnya saja sesuai kebutuhan. Karena jika kamu ada keperluan mendesak dan uangmu menumpuk banyak di GO-PAY, tidak mudah untuk melakukan withdraw, karena GO-PAY bukan bank :")

2. Kalau sudah terlanjur, mau tidak mau kamu harus verifikasi akun-mu agar bisa melakukan withdraw. Nah, ikuti langkah-langkah verifikasi akun yang ada di aplikasi (Complete Your ID) setelah beres TELFON CALL CENTER GO-JEK seperti saran teman saya tadi di atas. Semoga berhasil :") btw saya belum mencobanya. Tapi nggak ada salahnya kalian lakukan karena teman saya juga berhasil dengan cara ini.

3. Kalau sampai step dua pun kalian masih gagal ((sedih banget sumve)) maka siasati saja saldo GO-PAY yang ada, misal untuk beli pulsa, atau untuk jualan pulsa. Eh tapi sekarang kalau transaksi GO-PULSA harus sudah verifikasi akun juga T^T jadi bisa siasati dengan jual kepada teman-temanmu. Misal ada temanmu yang ingin membeli lewat GO- FOOD, atau ada yang ingin beli GO-TIX, minta saja untuk beli di kamu supaya mereka membayar ke kamu. Secara nggak langsung saldomu berubah jadi tunai :D

Sekian postingan kali ini. Singkat saja karena sepertinya banyak yang membutuhkannya. Semoga bermanfaat dan membantu! Oh iya, barangkali ada yang punya solusi lebih baik, monggo sekalian ditulis di komentar biar banyak yang baca juga.

Saturday, April 22, 2017

Peketo Effect

April 22, 2017
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Dimulai dari salam tersebut, nampaknya kita akan memasuki bahasan yang cukup serius malam ini. Penulis pause  dulu untuk postingan-postingan yang ala-ala. Kali ini insyaAllah tulisannya agak berat dan faedah. Walaupun dari judulnya aja kebanyakan orang udah mikir yang enggak-enggak.

Jadi penulis akan memperkenalkan suatu fenomena yang banyak dialami oleh masyarakat sekarang terutama kawula muda. Penulis nggak tau apakah fenomena ini sudah ada penemunya dan sudah dilakukan penelitian layaknya Bystander Effect, tapi kalo emang udah ada penemunya, judul postingan ini akan segera diganti. Ciyusan.

Setelah Bystander Effect, muncul lagi satu fenomena yaitu Peketo Effect. Peketo Effect adalah fenomena di mana seseorang dianggap menghilang di suatu peradaban, namun pada saat yang bersamaan, rupanya dia muncul di peradaban lain, di mana jalan penghubung antara dua peradaban yang berbeda ini adalah sama. Hanya ada satu jembatan.

Nggak paham? Makluminlah. Namanya juga baru pertama kali bikin pengertian buat fenomena. Penulis emang belum jago bikin pengertian yang resmi-resmi gitu. Seringnya mengarang bebas, apalagi pas ujian.

Et ketauan. Jangan bilang siapa-siapa yak.

Penulis akan memperjelas dengan bahasa yang lebih konkret. Peketo Effect adalah suatu fenomena yang terjadi jika seseorang tidak muncul di suatu medsos, ternyata pada saat yang bersamaan muncul di medsos lain, padahal satu-satunya jalan untuk memasuki dunia medsos yaitu: online. Nah, kalo gini pasti lebih paham, kan.

Contohnya pasti sudah sering terjadi belakangan ini. Sudah banyak curhatan melayang ke penulis, atau penulis sendiri yang mengalaminya, atau penulis sendiri yang melakukannya. Kalimat seperti ini setidaknya pernah kalian dengar meski Cuma sekali.

“Gua ngechat dia penting di L*NE ga dibales-bales, tapi dia update snapgram terus. Maksudnya apa, sih? terus ini kerjaan gua gimana kalo gak kelar? Padahal gua butuh balesan dia secepatnya. Ngeselin nggak, sih?” Salah satu curhat temen penulis.

Atau kalau nggak, penulis yang ngelakuin itu. Penulis update snapgram, eh di-DM sama temen penulis “Woi buka L*NE dan bales chat gua. Penting banget!”

Pertanyaannya, kenapa fenomena tersebut sampai terjadi?

“Sori, medsos gua eror”
Penulis nggak pernah ngalamin ini, sih. Tapi banyak teman penulis yang punya alasan demikian.
Sering mereka mencantumkan “WA saja” atau “L*NE saja, WA eror” atau “urgent 08593673XXX” dengan maksud ngasih tau supaya mereka dihubungi di akun tersebut saja. Teman yang menghubungi di akun yang eror mungkin belum membacanya, perlu upaya untuk menghubungi semua akun yang dia punya. Atau kadang ada juga orang yang udah tau eror, tapi nggak ngasih tau. Alangkah baiknya jika kalian yang mengalami ini, mencantumkan di mana seharusnya kalian bisa dihubungi. Supaya oknum-oknum lain tidak ke sana kemari membawa alamat palsu, eh maksudnya akun eror.

 “Gua sibuk”
Kalo alasannya kaya gini, mau gak mau gak usah maklum, sih, ya. Orang sibuk mana yang hilang di satu tempat, tapi nongol di tempat lain? Yang ada mah nggak nongol sama sekali harusnya -__-

“Ya males aja sih gua”

Nah ini.

NAH INI.

WAH INI.

(sengaja diulang biar greget)

Berdasarkan hasil survei kecil-kecilan penulis, inilah alasan yang paling banyak mendasari terjadinya Peketo Effect. Nomor dua adalah yang “Sori medsos gua eror”

Kenapa males?

Beragam lagi alasannya. Ada yang “Gua males aja. Gua capek mikirin itu. Lelah.” Karena mungkin udah saking seringnya dia berurusan sama hal itu sampai tibalah saat yang suntuk, hingga dia butuh refreshing dan semacamnya. Tapi kalo ternyata ada hal penting yang harus segera diurus, mau gak mau, suka gak suka, emang harus diurus kan? Pastinya hal penting yang diurus itu emang untuk kebaikan, jadi paksain juga gapapa. Emang berat sih. tapi kalo nggak dipaksa, hasilnya bakal 0, dan itu lebih fatal. Mungkin akan banyak orang yang terkena dampak buruknya, atau akan timbul kekacauan dan ketimpangan di sana-sini. Jadi, jangan sampai Peketo Effect muncul di saat seperti ini, atau jangan sampai kemalasanmu mendesak Peketo Effect untuk muncul.

Kalo halnya nggak penting-penting banget?

Biasanya ini yang menghinggapi penulis hehehe

Bukan sesuatu yang urgent, tapi males balesnya. Kalo penulis sendiri alesannya adalah males mikirin balesannya. Waktu itu belum kepikiran. Butuh bertapa dulu buat ngebalesnya. Alay memang tapi yaitu yang terjadi. Penulis survei lagi, ada temen penulis, dia dicurhati panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang banget oleh temennya, dan dia males balas panjang juga, tapi kalo Cuma bilang ‘oh’ nanti temennya marah. Alhasil, muncullah Peketo Effect. Dia update di medsos lain tapi chat temennya yang panjang itu dikacangin. Yang jadi temennya marah-marah. Nambahlah masalah baru. Penulis sekaligus ngasih saran ke diri sendiri, nih. Kalo kasus ini terjadi, balas aja. Apapun itu. Katakan aja yang sebenernya. Itu lebih baik daripada mengabaikannya. Karena penulis tau rasanya diabaikan itu ....... zwakiet.

“Ketimbuuuuuuuun hehehehehehe”
Untuk yang alasan seperti ini, solusinya Cuma dua; LANGSUNG TELPON atau SPAM CHAT.

Yang jelas, pesan yang ingin penulis sampaikan adalah, hindarilah Peketo Effect. jangan biarkan korban Peketo Effect menunggu balasan dari kalian. Karena ... kalian nggak tahu apa ... sakitnya digantungin .... sakitnya menunggu ....

Oke sekian tulisan kali ini. Penulis masih muda, masih banyak kekurangannya. Penulis sangat menerima masukan-masukan dari kalian. Akhir kata, semoga artikel ini bermanfaat. Ayaflu~




Thursday, April 20, 2017

Begini Ternyata Kenapa Saya Kecanduan Webtoon, Mungkin Sama Denganmu?

April 20, 2017

SELAMAT MALAM PEMIRSAH DI ARTIKEL NIRFAEDAH~~~

Sebetulnya penulis masih heran kenapa pula kalian membaca artikel yang judulnya saja sudah kelihatan nirfaedah sekali :V judul-judul ala-ala L*NE TUDEI :V. Oke, penulis bikin tulisan ini karena kehabisan bahan tulisan, mau nulis yang agak berat belum banyak baca, jadi takutnya fatal. Jadi artikel kali ini jadi pembuka comeback-nya penulis setelah sekalian lama, sekalian merayakan template baru blog ini *koprol*.

Yak, kita mulai.

Banyak yang bilang penulis kecanduan webtoon. Penulis tidak akan menyangkal, memang benar adanya. Penulis menerima pujian-pujian itu saking seringnya penulis tiap malam update snapgram yang isinya skrinsutan-skrinsutan webtoon :V. Penulis emang rajin baca webtoon sebelum tidur, karena webtoon selalu update jam 10 malam.

((Tulisan ini gak niat endorse sumpah dan penulis sendiri juga gak dibayar webtoon buat ngelakuin ini, penulis aja yang iseng dan sok gabut padahal UTS di depan mata))

Nah, kenapa penulis suka baca webtoon?

Penulis Gak Modal Buat Beli Komik
Yah, komik yang penulis ikutin juga nggak banyak. Naruto (udah tamat), Detektif Conan (baca di internet bisa, tapi kalo dulu sih pas masih di asrama seringnya minjem punya orang aih jadi pengen pinjem lagi *baper detected*), Hai, Miiko! (ini juga langganan pinjem di asrama :V), dan Nakayoshi (ini mah kelakuan penulis sering nyobek plastik sampul ekekekekek). Enaklah baca webtoon cukup modal kuota sudah banyak pilihan komik tersedia.

Genrenya Banyak!
Kalo bosen sama cerita komik yang itu-itu aja, di webtoon genrenya banyak! Mulai dari fantasi, horor, drama, romantis, slice of life, komedi, sampe thriller. Lengkap bangetlah.

Karya Anak Indonesia
Mungkin emang difasilitasi oleh app Korea, tapi setidaknya sebagian besar komik-komik webtoon adalah karya anak Indonesia! Siapa yang nggak kenal komik fenomenal karya Nurfadli Mursyid, Tahilalats? Atau Aegis Orta, komik fantasi keren karya lunarico yang selama ini disangka karya orang luar negeri? Atau My Pre-Wedding soon to be Pasutri Gaje yang selalu ditunggu-tunggu pembaca webtoon? Ups

Banyak Pesan Moral yang Diambil
Nggak habis pikir, karya-karya di webtoon emang keren-keren! Jalan ceritanya susah ditebak, alurnya mumet dan ga bikin bosen atau pusing, malah bikin ketagihan. Dan banyak pesan moral yang bisa diambil. Misalnya penulis, banyak banget hikmah yang penulis dapat tiap baca 304th Study Room, Eggnoid, Smile Brush, dan 90 Days. Intinya, baca webtoon ada manfaatnya juga huehue *pembelaan*


Okei, next post penulis bakal share list favorite webtoon penulis! Stay tune~

Tuesday, February 7, 2017

Kenapa Harus IC? (part 1)

February 07, 2017
Ihiw poto kapan nieh :3

(Alhamdulillah akhirnya apdet lagi setelah bertahun-tahun membusuk *kibas sarang laba-laba*)
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh J

Halo adek-adek kelas IX! (ciee adek) (dah tua nih mbak kiwkiwkiw) terutama yang pengen masuk IC atau penasaran tentang IC atau masih bingung mau lanjut ke mana? Bisa banget dibaca artikel saya yang satu ini. Saya dedikasikan spesial buat almamater dan adek-adek sekalian.

Pertama, saya perkenalkan dulu apa itu IC. IC atau Insan Cendekia adalah sebutan praktis untuk MAN Insan Cendekia. Sekolah madrasah yang mendapat beasiswa dari Kemenag RI. Dulu IC Cuma ada tiga; Gorontalo, Jambi, Serpong. Kebetulan saya alumni IC Serpong. Tapi sekarang IC sudah tersebar di seluruh Indonesia diantaranya Aceh Timur, Pekalongan, Sorong, Ogan Komering Ilir, Siak, Paser, Bangka Tengah, Padang Pariangan, Bengkulu, Kota Batam, Tanah Laut, Sambas, Kendari, dan Kota Palu. Bener-bener sekarang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Nah, apa imbasnya jika jumlah IC ditambah?

Ini artinya, sekolah yang dulunya memberi beasiswa penuh sekarang tidak lagi bisa seperti itu, karena beasiswa itu terbagi-bagi dalam skala yang lebih kecil untuk tiap sekolah. Alhasil, IC sekarang memberlakukan pembayaran bagi siswa-siswanya.

Saya cukup sedih melihat beberapa adik kelas saya yang awalnya begitu bersemangat masuk IC, pelan-pelan melangkah mundur begitu mengetahui bahwa sekolah itu tidak gratis lagi. Saya bukan dari kalangan keluarga berada, begitu pula adik kelas saya. Mereka mengurungkan niatnya karena terhalang biaya. Cukup disayangkan.

Dalam hal itu, saya mencoba meluruskan agar mereka tidak menyerah terlebih dahulu. Menurut survei yang telah saya lakukan, beberapa anak mundur bukan karena pembayaran SPP, namun karena pembayaran uang kegiatan yang dibayarkan persemester. Awalnya mereka masih mampu membayar SPP, namun setelah saya terangkan tentang adanya biaya persemester, semangat mereka mulai turun. Saya pun tidak bisa menutupinya. Alangkah baiknya saya beritahukan hal pentingnya sekarang daripada mereka terlewat senang namun ujung-ujungnya enggan.

Yang perlu diketahui adalah, uang kegiatan ini bukannya tidak ada solusinya. Uang kegiatan ini, jika dirasa tidak mampu membayar, dapat dimintakan keringanan untuk membayar semampunya. Sisanya akan ditanggung dengan dana komite yang ada di tiap angkatan. Hal ini sudah berlaku sejak angkatan terdahulu, termasuk angkatan saya. Beberapa teman saya terbantu dengan adanya dana komite ini, sehingga mereka tetap dapat melanjutkan sekolah bersama-sama bahkan hingga lulus. Bagi saya, biaya ini harusnya bukan perngahalang yang besar, insyaAllah ada solusinya. Seperti kata pepatah, “Banyak jalan menuju Roma.”, hal seperti ini pun pasti banyak solusinya. Banyak yang akan membantu agar siswa-siswa terpilih dapat menyelesaikan studinya di IC dengan baik. Apalagi tujuan masuk ke IC adalah menuntut ilmu, sebuah tujuan yang mulia. Allah pasti akan memberikan kemudahan bagi orang-orang yang menuntut ilmu.

Selain itu, biaya pendaftaran juga gratis (hanya perlu keluar transport menuju lokasi tes tulis yang sudah ditentukan). Menurut saya, selagi biaya pendaftaran ini gratis, tidak ada salahnya mencoba untuk mendaftar. Karena saya melihat beberapa orang mundur bahkan sebelum melakukan pendaftaran. Kesempatan yang berharga bisa lepas. Siapa yang tahu jika sebenarnya Anda bisa lolos sebagai peserta didik baru di IC? Maka dari itu, saya sarankan, tetaplah mendaftar, lakukan persyaratan yang ada, dan berdoalah kepada Allah atas usaha yang telah kalian lakukan. Allah tidak akan pernah mengkhianati hasil ikhtiar hamba-hamba-Nya.

Untuk part 1 ini sekian yang dapat saya sampaikan. Bagi adek-adek yang mau tanya-tanya sangat dipersilahkan. Jangan lupa baca part 2-nya karena setelah adek-adek membacanya, insyaAllah makin semangat masuk ke IC J Sampai jumpa calon peserta didik baru MAN Insan Cendekia!

Radita Nilna Salsabila
Politeknik Keuangan Negara STAN

D3 Administrasi Perpajakan 2016

Saturday, July 23, 2016

Gak Halal? Duh, Jangan Deh!

July 23, 2016
Seorang pembeli di supermarket sedang mencari label halal suatu produk, warga sejagat raya heboh! Ada apa?

Halo semua! Penulis kembali lagi. Tettorettoretttt~

Kali ini bahasan yang dibawa sedikit serius. Tapi penulis tetap menerapkan metode diskusi. Jadi bagi yang ingin menyampaikan pendapat terkait tulisan ini nantinya sangat dipersilahkan. Mengingat adanya perbedaan cara pandang dan berpikir tiap orang. Penulis hanya ingin menyampaikan informasi yang telah diterima.

Logo halalnya warna-warni wihh

Apa arti Halal?

Halal adalah segala sesuatu yang diperbolehkan oleh syariat untuk dikonsumsi. Terutama, dalam hal makanan dan minuman.

Kenapa harus halal?

Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an:
وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا  وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ
Artinya “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.”(QS. Al- Maidah ayat 88)

Dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam juga menerangkan tentang hal tersebut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ { يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ } وَقَالَ { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ } ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ
Artinya
Sesungguhnya Allah  tidak menerima kecuali hal-hal yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mu’min sebagaimana yang diperintahkan kepada para rasul, Allah berfirman: “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” Dan firmanNya yang lain: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu” Kemudian beliau mencontohkan seorang laki-laki, dia telah menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut serta berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit: Yaa Rabbi ! Yaa Rabbi ! Sedangkan ia memakan makanan yang haram, dan pakaiannya yang ia pakai dari harta yang haram, dan ia meminum dari minuman yang haram, dan dibesarkan dari hal-hal yang haram, bagaimana mungkin akan diterima do’anya.”

Dampak makanan halal tidak hanya baik secara jasmani, namun juga secara rohani. Ada banyak ayat di dalam Al-Qur'an yang mengandung perintah untuk memakan yang halal. Jika sudah tercantum di Al-Qur'an, jelas ini bukan masalah yang bisa dianggap sepele.

Dalam hadits Nabi juga telah disebutkan, bagaimana mungkin akan diterima do'anya jika ia meninggalkan yang halal? Apa yang kita konsumsi ternyata juga dapat berpengaruh pada ibadah kita nantinya.

Di zaman yang kian modern ini, kita banyak menjumpai beragam jenis makanan dari yang paling sederhana hingga yang paling nyeleneh. Dari harga paling murah porsi banyak hingga porsi sedikit harga selangit. Makin nggak karu-karuan. Dari makanan yang ada label halalnya sampai yang belum jelas halal-haramnya.

Dulu masih ada Nabi Muhammad SAW yang bisa kita tanyai perihal makanan ini halal tidak, dan Nabi akan memberi pemaparan yang jelas. Berhubung sudah berabad-abad lamanya, maka mau tak mau kita kudu punya pegangan sendiri perihal halal tidaknya suatu makanan.

Penulis menegaskan: selama masih ada yang halal, pilihlah yang halal!

Penulis pribadi, sejak menerima banyak informasi perihal halal-haram, menjadi lebih selektif. Tiap membeli produk makanan berbungkus di supermarket, penulis akan mencari terlebih dahulu ada label halalnya atau tidak. Jika ada, penulis akan mempertimbangkan untuk membeli produk tersebut. Jika tidak, penulis akan memilih produk lain yang setipe namun berlabel halal, meskipun mungkin harus merogoh kocek lebih.

Kalau dilihat di komposisinya dan tidak ada yang berbahaya, tak masalah, kan?

Persoalan label halal ini tidak hanya menyangkut kandungan makanan saja.

Ini juga menyangkut bagaimana produk itu dibuat dan didistribusikan.

Majelis Ulama Indonesia dalam memberikan label halal itu tidak main-main. Lembaga ini akan mendampingi proses pembuatan produk itu, bagaimana ia dibuat, bersihkah alat yang digunakan, sucikah, hingga bagaimana didistribusikan, secara legalkah, dan sebagainya sampai produk itu tiba di toko untuk dipasarkan. Jika lolos serangkaian persyaratan, label halal diterima.

Karena kita tidak pernah tau, apakah benar, misalnya, kecap ini dibuat dengan kondisi yang steril? Bagaimana jika ternyata mesin yang digunakan sudah karatan? Bagaimana jika ternyata kedelainya diaduk dengan tongkat penuh jamur? Bagaimana jika ternyata dalam proses distribusinya ada penjualan ilegal, hasil curian, dan riba?

Memangnya Anda yakin, mau makan kecap yang seperti itu?

MUI pasti tidak akan memberi label halalnya pada produk tersebut. Karena kategori halal ada banyak, MUI pastilah menilai seluruhnya. Tidak hanya kandungan makanannya saja.

Dan memangnya, seberapa paham Anda persoalan zat-zat makanan yang aman dikonsumsi maupun tidak? Kecuali Anda bekerja atau pernah belajar soal zat-zat makanan, penulis tidak bisa menyangkal. Penulis sendiri karena tidak tahu banyak soal zat-zat itu, karenanya penulis lebih mengutamakan label terlebih dahulu ketimbang mengecek komposisi. Lagipula, amannya komposisi belum menjamin keamanan proses produksi.

Dan masalah halal tidaknya produk tidak hanya pada makanan, barang kebutuhan lainnya, terkadang juga memerlukan kepastian halalnya.

Tidak jarang kita melihat ada label halal di produk tisu, shampo, dan lain-lain.

Itu membuktikan bahwa dalam proses pembuatannya, semuanya halal.

Misalkan Anda menggunakan suatu sabun yang tanpa Anda ketahui ternyata tercampur dengan lemak babi. Sudah tentu sabun yang Anda oles-oles di badan itu menebarkan najis. Akibatnya, tubuh Anda bukannya suci malah menjadi najis. Dan najis ini tidak akan hilang, kecuali Anda memang mandi dan mengucap niat mandi besar untuk menghilangkan najis tersebut.

Dalam persoalan produk berbungkus, penulis memilih pegangan untuk mendahulukan produk-produk berlabel halal ketimbang produk terkenal namun tidak memiliki label.



Itu kan produk berbungkus, kalau yang makanan di warung-warung atau pedagang kaki lima kan tidak berlabel?

Untuk soal ini, penulis punya pegangan lain lagi.

Prinsipnya adalah: sholat tidak si tukang masaknya?

Tentu tidak nyaman jika kita bertanya pada si tukang masak secara telak. Maka cara yang bisa kita gunakan untuk mengetahuinya adalah memperhatikannya secara diam-diam. Jika saat sudah masuk waktunya sholat orang tersebut meninggalkan dagangannya untuk sholat, maka penulis bersedia membeli masakan buatannya.

Kenapa harus sholat?

Jika orang tersebut sholat, setidaknya kita punya keyakinan bahwa orang tersebut paham prinsip kesucian atau thaharah. Insya Allah, dia akan memasak dengan baik dan tidak sembrono. Selain itu, pedagang yang mendahulukan ibadahnya daripada dagangannya, insya Allah ia muslim yang taat beragama.

Penulis suka martabak, lantaran martabak yang pertama kali ia coba adalah hasil masakan seorang hafizh 30 juz. Martabak itu memang lezat tiada terkira. Selain enak, dikasih diskon lagi. Maklum kenalan Ayahanda penulis.

Di suatu kampung yang terpencil di dekat desa tempat penulis tinggal juga ada seorang pedagang bakso bakar. Dagangannya ludes hanya dalam waktu 3 jam. Bakso tersebut sebenarnya hanya bakso biasa, malah bakso campuran yang sekitar 65% dagingnya menggunakan daging ayam. Namun, ia bersikap jujur mengatakan bahwa baksonya bukan daging sapi asli, dan saat adzan berkumandang ia bergantian dengan istrinya sholat di musholla dekat warungnya. Gara-gara dagangannya yang kelewat laku, penulis sampai sekarang belum pernah mencoba baksonya lantaran selalu kehabisan. Sedih ya gaes.

Penulis pernah makan bakso di suatu tempat, bukan langganan. Kebetulan lewat sana dan perut memang sudah keroncongan. Saat membayar makanan, penulis bisa melihat bagaimana pedagang itu mencuci mangkoknya dengan cara membuang isinya kemudian mengelapnya dengan lap yang kotor. Bisa kalian bayangkan bagaimana mual dan menyesalnya penulis setelah itu.

Contohnya kebanyakan, ya, hehehe. Yah intinya kalau ingin membeli masakan di warung, carilah yang tukang masaknya adalah orang muslim yang taat, jujur, dan tidak meninggalkan sholat. Biasanya orang seperti ini dagangannya laris manis.

Di warung-warung yang ada di mall juga, pilihlah yang berlabel halal. Sudah banyak tempat makan di mall yang memiliki label halal.

Saya sudah suka sekali dengan suatu makanan, tapi ternyata tidak ada label halalnya. Saya sedih jika harus meninggalkannya begitu saja.

Sekarang giliran kalian.

Ajak saja penjualnya untuk memiliki sertifikat halal!

Ayahanda penulis pernah melakukannya. Saat itu produk Roti**y belum ada label halalnya, padahal roti baru itu rasanya enak sekali. Ayahanda penulis melakukan provokasi.

“Mbak, rotinya enak begini, nggak ada label halalnya?”

“Tapi bahan-bahannya halal, kok, Pak. Terjamin.”

“Kalo emang terjamin, kenapa tidak segera minta pengujian kehalalan saja ke MUI?”

Kalau sudah aman, kenapa tidak segera meminta label halal? Apalagi yang perlu dikhawatirkan? Apa jangan-jangan ada yang disembunyikan?

Roti ini sekarang sudah ada halalnya yee aku suka aku suka :3

Zaman mulai sulit, kita harus pandai-pandai berpikir kritis dan logis.


Selagi masih ada yang halal, kenapa harus pilih yang lain?

About Me

PeketoWritan

Peketo hanyalah nama julukan yang diberikan teman-teman penulis sejak kecil dan akhirnya ia gunakan sebagai nama pena. Kelahiran Malang dan tidak betah panas. Sangat menyukai lemon dan warna kuning. Suka menggambar, membaca novel dan buku pengetahuan umum, serta menulis cerita. Rutinitasnya membaca Webtoon tiap jam sepuluh malam.




Recent Posts

recentposts

Random Posts

randomposts